0
Dikirim pada 17 April 2018 di Uncategories

 

Kami merekomendasikan tentang Bursa Judi Bola, Taruhan Bola, Agen Bola, Judi Bola, Sbobet, Agen Sbobet, Judi Bola Online, Bola Online, Judi Online, Taruhan Togel, Agen Togel, Judi Togel, Daftar Togel, Link Alternatif Togel, Promo Judi Online, Togel Hongkong, Prediksi Toto Singapur, Result Togel, Poker Online,Agen Poker,Agen Judi Poker, Game Bandar Ceme,Agen Judi Kiu Kiu, Dewapoker,  yang pastinyah dapat dipercaya. Janganlupa sasikan film terbaru Avengers: Infinity War FULL MOVIE 2018

 

 

BACA JUGA :

 

Mathieu Flamini Ingin Setara dengan Steve Jobs dan Elon Musk

Sami Khedira: Sepak Bola Tak Selalu Adil

Presiden Juventus Minta Liga Champions Adopsi Teknologi VAR

Profil Kontestan Semifinal Liga Champions 2017/2018

Preview CSKA Moscow vs Arsenal: Emoh Jadi Barcelona

 

BANDUNG – Sikap tegas dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI sangat ditunggu oleh pelatih Persib, Mario Gomez. Terhentinya pertandingan di Stadion Kanjuruhan akibat kericuhan suporter dinilai pelatih asal Argentina merupakan pelanggaran dan pantas mendapat sanksi.

 

Fanatisme Aremania terhadap klub kesayangannya terkesan kebablasan. Pribahasa yang menyebut bahwa satu kesalahan menutupi seribu kebaikan rasanya tepat dialamatkan kepada pendukung Singo Edan. Betapa tidak, stempel sebagai suporter terbaik yang pernah didapat di Piala Jenderal Sudirman 2016 seperti bertolak belakang terkait apa yang dilakukan Aremania.

 

Pemandangan inilah yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/4) malam WIB, ketika ribuan penggemar Arema tiba-tiba masuk ke lapangan pertandingan ketika laga masih menyisakan tiga menit lagi. Pihak keamanan yang berjaga-jaga seperti tak kuasa menahan emosi Aremania.

 

Gomez mengaku, ia bisa memahami bagaimana panasnya laga ini. Namun, peristiwa kerusuhan penonton sangat tidak disukainya. Akibat kericuhan tersebut dia harus mendapat perawatan di bagian keningnya setelah terkena lemparan hingga berdarah.

 

“Ini adalah sepak bola. Tapi saya tidak menyukai ini (kerusuhan). Tapi, saya ingin tahu apa yang akan terjadi dengan Komite Disiplin,” tegas Gomez seperti dikutip dari laman resmi Persib, Senin (16/4/2018).

 

Bukan hanya mengenai ulah brutal Aremania, Gomez pun ingin melihat ketegasan komdis kepada beberapa pemain Arema FC yang melakukan tindakan yang tidak menyenangkan kepada para pemain Maung Bandung. “Supardi dihukum 4 pertandingan. Sekarang (kejadian di Stadion Kanjuruhan)? Takut apa? ” kata Gomez.

Kami merekomendasikan tentang Bursa Judi Bola, Taruhan Bola, Agen Bola, Judi Bola, Sbobet, Agen Sbobet, Judi Bola Online, Bola Online, Judi Online, Taruhan Togel, Agen Togel, Judi Togel, Daftar Togel, Link Alternatif Togel, Promo Judi Online, Togel Hongkong, Prediksi Toto Singapur, Result Togel, Poker Online,Agen Poker,Agen Judi Poker, Game Bandar Ceme,Agen Judi Kiu Kiu, Dewapoker,  yang pastinyah dapat dipercaya. Janganlupa sasikan film terbaru Avengers: Infinity War FULL MOVIE 2018

 

 

BACA JUGA :

 

Mathieu Flamini Ingin Setara dengan Steve Jobs dan Elon Musk

Sami Khedira: Sepak Bola Tak Selalu Adil

Presiden Juventus Minta Liga Champions Adopsi Teknologi VAR

Profil Kontestan Semifinal Liga Champions 2017/2018

Preview CSKA Moscow vs Arsenal: Emoh Jadi Barcelona

 

BANDUNG – Sikap tegas dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI sangat ditunggu oleh pelatih Persib, Mario Gomez. Terhentinya pertandingan di Stadion Kanjuruhan akibat kericuhan suporter dinilai pelatih asal Argentina merupakan pelanggaran dan pantas mendapat sanksi.

 

Fanatisme Aremania terhadap klub kesayangannya terkesan kebablasan. Pribahasa yang menyebut bahwa satu kesalahan menutupi seribu kebaikan rasanya tepat dialamatkan kepada pendukung Singo Edan. Betapa tidak, stempel sebagai suporter terbaik yang pernah didapat di Piala Jenderal Sudirman 2016 seperti bertolak belakang terkait apa yang dilakukan Aremania.

 

Pemandangan inilah yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Minggu (15/4) malam WIB, ketika ribuan penggemar Arema tiba-tiba masuk ke lapangan pertandingan ketika laga masih menyisakan tiga menit lagi. Pihak keamanan yang berjaga-jaga seperti tak kuasa menahan emosi Aremania.

 

Gomez mengaku, ia bisa memahami bagaimana panasnya laga ini. Namun, peristiwa kerusuhan penonton sangat tidak disukainya. Akibat kericuhan tersebut dia harus mendapat perawatan di bagian keningnya setelah terkena lemparan hingga berdarah.

 

“Ini adalah sepak bola. Tapi saya tidak menyukai ini (kerusuhan). Tapi, saya ingin tahu apa yang akan terjadi dengan Komite Disiplin,” tegas Gomez seperti dikutip dari laman resmi Persib, Senin (16/4/2018).

 

Bukan hanya mengenai ulah brutal Aremania, Gomez pun ingin melihat ketegasan komdis kepada beberapa pemain Arema FC yang melakukan tindakan yang tidak menyenangkan kepada para pemain Maung Bandung. “Supardi dihukum 4 pertandingan. Sekarang (kejadian di Stadion Kanjuruhan)? Takut apa? ” kata Gomez.



Dikirim pada 17 April 2018 di Uncategories
comments powered by Disqus


connect with ABATASA